BANKIR SESAaT

October 26th, 2009 | Categories: Dunia Kerjaku | Tags:

Jika secara kasat mata kita membaca judul diatas adalah BANKIR SESAAT. Judul postingan ini bermakna dua yang pertama BANKIR SESAaT dan yang kedua BANKIR SESAT.

Saya mau bercerita sedikit mengenai pekerjaan saya sekarang yang hampir sudah tiga tahun saya jalani sebagai Bankir di Salah Satu BUMD.

Belajar mengenai perbankan itu berbeda dengan belajar-belajar lainnya,belajar perbankan butuh waktu lama, belajar sedikit-sedikit dan bertahap, belajar mengenai akuntansi, belajar kredit, belajar mengenai service excelent, lips service, presentasi, belajar treasury, Belajar Legal, dan berbagai macam pelajaran lainnya yang cukup membosankan bagi saya, belum lagi ada pelatihan serta seminar-seminar…

Menjadi Bankir harus fresh look, kemeja licin dan bermerk luar negeri seperti AIGNER yang berharga jutaan, berdasi, bersepatu bermerk luar negeri, Berdasi, Berdampingan dengan teller yang cantik yang setiap hari selalu senyum dan menarik perhatianku, gaji gede, Setiap sabtu dan minggu main golf dan tenis, Parfum mahal dan bermerk dari Italia dan Swiss serta mempunyai mobil yang bagus dan mewah (yang ini saya tidak punya)…ha…dunia perbankan cukup kejam bagiku, ku yang biasa nongkrong dan mangkal dikedai kopi dan dipersimpangan jalan sembarui bermain kartu atau bermain domino..Ku yang biasanya tidak pernah masukin baju kedalam terpaksa masukin baju kedalam dan jadi rapi, jika dikantor kalau sudah siang ku beraksi dengan baju keluar dan PSP kesayangan sudah hadir digenggaman untuk dijamah.

Belum lagi dengan nasabah, nasabah oh nasabah, menjalin hubungan baik dengan nasabah adalah suatu kewajiban dan keharusan, ngak jarang saya bertemu dengan nasabah ngeyel yang luar biasa nyebelin, mau tak mau harus bisa menahan emosi menghadapi nasabah yang seharusnya layak untuk dikarungi lalu dikasih bensin dan dibakar hidup-hidup (upz..canda aja ), belum lagi menghadapi nasabah yang sombongnya selangit yang keluarga bupatilah, gubernur bahkan ada juga keluarganya menteri (oppsss peace om, maaf ya). Belum lagi dengan target milyaran yang dibebankan. Belum lagi dengan adanya mutasi tugas, waduh yang ini ampun deh saya sudah berulang kali dipindahtugaskan kerja, bahkan jauh-jauh lagi,karena saya disayang makanya dipindahkan atau mungkin tenaga saya yang dibutuhkan yah…

Itulah semua suka dan duka ku selama hampir 3 tahun terakhir sebagai bankir yang akan masih dan terus belajar, awalnya profesi ini kuanggap hanya sebagai batu loncatan bagiku,karena ku berambisi menjadi politikus, sampai saat ini kartu anggota salah satu partai politik terbesar dinegeri selalu hadir didompet saya.

Kini impian untuk menjadi politikus sudah saya kubur dalam-dalam, selamat tinggal hingar bingar politik dan selamat datang dunia perbankan, sekarang ku sudah mulai mencintai pekerjaanku sekarang, sekarang ku sudah mempunyai banyak buku dan liretatur perbankan dan pemasaran. Mulai sekarang ku berambisi untuk menjadi Bankir Nasional,bukan hanya bankir daerah.

No comments yet.